Pages

Jumat, 29 November 2013

TATA CARA MEMILIH JODOH DALAM ISLAM*


TATA CARA MEMILIH JODOH DALAM ISLAM*

*nih judul kayaknya formal banget yah ^_^
Dulu aa pernah bertanya ‘Jar, bagaimana ceritanya mamah dan papah bisa ketemu dan berjodoh. Dan aa agak lupa bagaimana awal mulanya. Tapi yang pasti mamah dan papah bertemunya di Jakarta, bukan di Kuningan. Dan katanya mamah sih, yang nembak duluan adalah papah. Hahaha, romantisme yang membingungkan ‘Jar.
http://poligamicentral.multiply.com/journal/item/2
it’s a part of ikhtiar =D
Perihal cinta memang membingungkan ‘Jar. Klo kebanyakan orang pada umumnya mengenal istilah pacaran untuk saling mengenal satu sama lain terlebih dahulu. PDKT lah, ‘nembak’ lah, ngapel tiap malam minggu lah. Yah, sebuah hubungan yang menurut gw membingungkan, karena sekalipun gw belum pernah pacaran. Pacaran? Gw pribadi gak sepakat dengan tradisi itu.

Nah, kemudian ada lagi istilahnya ta’aruf. Simpelnya, seperti yang dilakukan Fahri dalam Ayat-Ayat Cinta, Azzam dalam Ketika Cinta Bertasbih atau Syamsul di Dalam Mihrab Cinta. Mereka gak mengenal istilah pacaran. Mereka serius ingin menikah dan membentuk keluarga yang sakinah, mawahdah wa rahmah. Maka mereka meminta kepada walinya untuk ta’aruf, atau perkenalan lebih dalam dengan ditemani muhrimnya masing-masing atau guru ngajinya. Mungkin seperti interview kali yah. Kemudian jika memang ada kesamaan prinsip, biasanya yah tidak pakai lama, si ikhwan akan mengkhitbah si akhwat, kemudian nantinya akad nikah dan walimatur ursy deh. Hmm, gw sendiri baru paham ada tuntunan syariah yang seperti ini pas kuliah di Jogja. Cukup menarik teman.
Lalu sebelum melangkah ke ta’aruf, ada beberapa hal yang katanya perlu diperhatikan. Hmm, secara gw belum menggenapkan dien, maka yang gw posting ini adalah berdasarkan pengalaman para senior yang lebih dulu menggenapkan dien. Dan inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan tersebut :
1. Memilih Jodoh
Sederhana prinsipnya. Klo ikhwan dalam memilih akhwat, tuntunannya ada empat, agamanya, keturunannya, kekayaannya dan kecantikannya. Rasulullah SAW menganjurkan agar ikhwan memilih akhwat adalah karena baik agamanya. Udah itu aja rumus sederhananya. Nah, baik agamanya itu seperti apa, temen-temen insyaallah lebih pahamlah.
Lalu klo akhwat, sepengetahuan gw, jika ada seorang ikhwan yang shaleh memintanya untuk menikah, maka tiada alasan bagi si akhwat untuk menolak permintaan tersebut. Nah, ikhwan yang shaleh itu seperti apa, gw pikir temen-temen akhwat lebih kompeten untuk menilainya.
2. Caranya?
Kemudian teknisnya. Biasanya di kalangan ikhwah, ikhwan dan akhwat ketika sudah siap untuk berumah tangga akan meminta tolong kepada guru ngajinya untuk segera diproses pernikahannya. Mereka akan menyerahkan biodata (proposal) yang menurut gw ada dua jenis. Satu proposal bermerk alias ada permintaan untuk dapat diproses dengan si A karena pertimbangan ini dan itu. Hmm, proposal ini ada plus dan minusnya. Manusiawi juga gw pikir, kecenderungan atau ketertarikan pasti ada bukan? Hanya bagaimana cara menyampaikannya saja yang harus elegan. Gw pribadi berpendapat gak gentle klo seorang cowok hanya nembak cewek untuk dijadikan pacar. Klo emang serius, yah ta’aruf, khitbah dan akad. Nah, hanya dibeberapa ikhwah yang mungkin tingkat keshalehannya di atas rata-rata, menyebut nama itu adalah sesuatu hal yang tabu. Jadi sebutkan saja kriteria-kriterianya. Sisanya biar diserahkan kepada pihak yang berwenang. Hmm, subhanallah. Dua jenis proposal ini biar temen2 pilih yang mana baiknya, karena gw pikir keduanya baik2 aja, insyaallah.
Lalu selain melalui guru ngaji. Biasanya di beberapa daerah memang sudah ada lembaga yang mengurus perihal ini, sebut saja BKKBS di Jogja, atau LPK di Banjarmasin. Nah, jadi klo memang sudah siap, proposalnya langung saja diserahkan ke lembaga ini. Trus berdoa deh =D
Kemudian cara lain yang dapat ditempuh adalah melalui orang kepercayaan atau langsung menghadap orang tuanya. Ini pun gw pikir gak masalah asal dikomunikasikan terlebih dahulu kepada pembina-nya masing-masing. Dan yang pentig juga, jangan sampai terjadi komunikasi intens tanpa melibatkan pihak ketiga. Apa pasal? Pertimbangannya adalah untuk menjaga hati kedua belah pihak.
Nah, mungkin baru dua hal ini yang bisa gw sharing-kan. Lain waktu mungkin bisa gw sambung. Semoga aja ada manfaatnya buat sidang pembaca dan penulisnya sendiri. Trus klo ada yang benar, itu datangnya hanya dari Allah, klo ada yang salah, pasti datengnya dari gw (afwan jiddan). Akhir kata, love will find you if you try =D
Mokhammad.Habibi 29-11-2013
Tidak ada maksud apa2 teman, sungguh ^__^

0 komentar:

Poskan Komentar